Minggu, 03 Desember 2017

LURUHLAH PELUH RINDU

Kulepaskan rindu dalam hangat senja sebagaimana melelehnya lilin karena panasnya
Meluluhkan angan, atau harapan itu kian menikam?
Datang dan pergi, silih bergantinya sang pemeran
Semua sudah tergaris kan?
Akhirnya rindu kan kuganti doa dalam peluh.
Namun jika peluhpun merindu?
Ah...
Biarlah luruh dahulu lilin itu.
.
.
.
#GoresPenaSangSurya
Banten, 01:44, 3/12/17

Jumat, 01 Desember 2017

MAKNA HIDUP


HIdup itu seperti jejak - jejak kaki yang selalu melangkah ke depan tanpa ada kesempatan untuk berlari ke belakang
Kembali ke asal penciptaan itulah tujuan
Namun bukan menjadi bayi kembali
Hidup itu menuju kepada Dzat Pencipta cinta dan benci
Tidak akan pernah terulang semua kisah yang telah tercipta
Namun kita bisa melepaskan ikatan - ikatan rumit yang pernah ada
Tiada penyesalan bagi manusia yang selalu dalam kebaikan
Setiap hembusan nafas menjadi pahala dan setiap detik jam yang mengiringi langkah menjadi penebus dosa
Hidup yang indah itu tiadalah layu asal dunia laksana debu...

Rabu, 22 November 2017

ANTARA AKU, LANGIT DAN TANAH HITAM

kakiku di bumi

perutku di awan

dadaku di bintang

kepalaku di langit

menyatu dalam awan menuju bintang untuk mencapai langit

dalam sebuah masa berbatas asa

keutuhan pasti  merekatkan jiwa untuk terus melangkah

rintik – rintik air mata hingga derasnya hujan dari hatiku siap menghapus debu – debu

melumasi jalanan biar licin

meniadakan pagar penghalang kenyataan

hidupku dalam sejuta bintang

sebelum tanah hitam mengubur daging – daging dan darah – darah

sebelum bunga – bunga bermekaran dan layu kehujanan di atas tanah hitam

aku harus mencapai langit

melewati bintang

bintang – bintang....

jika memang tanah hitam dan bunga – bunga itu telah datang sebelum aku utuh di atas langit, maka sudilah kiranya langit dengan segala bintangnya diturunkan di bawah tanah hitam dan ditindih bunga – bunga yang bermekaran dan layu kehujanan.....

KAMAR MESS, 12/9/2013